Kamis, 21 Mei 2015

Gin From Hotarubi no Mori e

Hai semuanya~ Kali ini aku menggambar Gin dari sebuah film anime Hotarubi no Mori e. Ya walaupun cuma short film dengan durasi 45 menit, tapi filmnya itu benar-benar sesuatu. Gambar ini digambar cuma iseng-iseng aja, karena kakak kelas 9 UN jadi ya untuk waktu luang aku nggambar ini deh -_,-



Gak tau kenapa aku suka banget sama gambar ini, mungkin karena pertama kalianya aku nggambar anime cowok kali ya .-. Maaf kalo gambarnya jelek. Mohon kritik dan sarannya ya semua. Arigatou~

Pict Dadakan

Ini dia! Gambar dadakan yang aku buat. Gambar ini aku buat pas jam kosong di sekolah, sebenernya ada guru sih tapi nggambarnya diam-diam (Perbuatan tidak baik jangan ditiru). Judul gambarnya ialah Gambar Gak Gejas Tampak Belakang atau aku sering sebut GGTB. Yaelah panjang banget.
Gambar ini aku buat atas permintaan seorang teman dekat yang kebetulan satu kelas, satu bangku malahan -,- .


Aku memang masih termasuk pemula, jadi harap maklum kalo misalnya gambar ini agak absurd gitu. Tapi, gak tau kenapa, aku suka aja sama gambar ini. Suka aja gitu waktu mengarsisr bagian rambutnya .-. Maksih semuanya, mohon diminta kritik dan sarannya ya supaya aku bisa menggambar lebih baik lagi. Sankyu ^^

Senin, 18 Agustus 2014

Malaikat Tanpa Sayap


Add caption
  Tentu semua orang memiliki seorang ibu. Tentu sebagian orang pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Semua orang pasti pernah kesal pada ibu. Meskipun pernah sebel sama ibu pasti kita akan meminta maaf karena kita yang salah. Kalau dipikir-pikir, seorang ibu itu adalah orang yang paliiiiing baik. Tau gak kenapa? Soalnya ibu itu sebenarnya "Pahlawan Tanpa Pamrih". Ibu dikatakan sebagai pahlawan karena ibu telah memperjuangkan kita, mempertahankan kita, merawat, menyayangi kita sampai kita seperti sekarang ini. Tanpa pamrih karena seorang ibu tidak meminta balasan apa-apa kepada anaknya, walaupun anaknya sukses ibu tidak meminta bayaran apa-apa untuk membayar semua yang telah diberikan pada kalian meski kalian akan membayar semua jasa ibu uang kalian, harta kalian, kekayaan kalian tidak cukup membayar semua itu. Betul atau salah? Bahkan Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh sahabatnya "Siapa kah orang di dunia ini yang paling harus aku hormati?" kemudian nabi menjawab "ibu". Sahabat nabi itu pun bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama, tetapi jawaban nabi pun tetap sama yaitu Ibu. Sahabat itu pun bertanya lagi, dan jawabannya tetap Ibu. Untuk ke empat kalinya sahabat itu bertanya dan kali ini nabi menjawab berbeda yaitu Ayah. Kurang lebih seperti ini lah jawaban nabi "Ibu,Ibu,Ibu,Ayah, dan orang yang dekat denganmu,". Subahanallah, kata Ibu bahkan diucapkan diucapkan nabi sebanyak tiga kali baru ayah satu kali kemudian orang lain yang dekat dengan kalian. Seorang Ibu adalah sebuah anugerah bagi kita. Bahkan, do'a yang akan dikabulkan oleh Allah salah satunya adalah do'a kedua orang tua. Mungkin kita pernah berpikir ibu kita jahat karena tidak membelikan kita suatu barang seperti yang kita inginkan. Tetapi kita juga harus mengerti posisi ibu yang mungkin sedang tidak punya uang atau mungkin ibu memikirkan dampak barang yang kita inginkan. Misalnya Gadget, mungkin ibu berpikir bahwa jika saya belikan anak saya gadget anak saya akan jadi malas belajar dan lebih memilih bermain gadget dari pada bersosialisasi dengan teman-temannya dan juga mungkin dia akan jadi pemalas. Mungkin loh mungkin. Sebenarnya ada benarnya juga lohh. Bukan hanya ibu yang harus mengerti kita tetapi kita juga harus mengerti ibu, jadi kita semua saling mengerti. Ayo yang punya salah atau lagi berantem sama ibu ayo gih cepetan minta maaf.

Semoga Bermanfaat ^^

Minggu, 17 Agustus 2014

Sahabat Tak Dianggap

  Pagi yang cerah mengawali hari ini. Aku pun merasa sangat bahagia. Tetapi entah apa yang merasuki hatiku, rasanya hatiku tidak secerah langit di pagi ini. Aku merasa ada sesuatu yang sangat mengganjal dan yang ingin aku ketahui. Di saat teman-temanku bersenang-senang aku juga ikut senang, tapi hatiku tetap saja berkata lain.
  Pada saat itu, aku melihat seorang temanku yang akan bersiap-siap mengikuti sebuah lomba di sekolah kami. "Hay, Fin! Aku do'ain semoga kelas kita menang ya." dengan bahagianya aku mengucapkan kata-kata itu. Akan tetapi dia tidak merespon sama sekali. Fina tidak seperti biasanya. Fina yang aku kenal adalah orang yang sangat baik kepada ku dan dia adalah anak yang pintar. Dulu, kami sering bermain bersama sejak kelas 4 sd tetapi sejak kami mulai naik ke kelas 7 hubungan kami mulai memudar. Sekarang aku dan Fina sudah kelas 8. Aku tidak mengerti apa yang ada di dalam pikirannya. Sungguh aku tidak mengerti sama sekali. 
  Pada saat lomba, aku pun selalu menyemangatinya tanpa terkecuali. Aku selalu memanggil-manggil namanya untuk selalu semangat. "Fina! Ayo Fina! Semangat! Kamu pasti bisa!" begitulah aku menyemangatinya. Dia pun menang lomba. Tapi, pada saat berjalan ke arahku dia sama sekali tidak memandangku. Bahkan ia pura-pura tidak melihatku sama sekali. Apakah aku hanya angin lalu baginya? Apa yang pernah aku lakukan padanya? Kenapa ia membenciku? Apa salahku?. Hal-hal itu selalu aku pikirkan bahkan menjadi sebuah tanda tanya besar di dalam hatiku. Aku sangat kecwa akan hal itu.
  Keesokkan harinya, aku mencoba untuk bicara padanya, :Hai, Fina. Selamat ya atas kemenangan kamu kemarin." ucapku pada Fina. Tetapi ia mengacuhkan aku dan langsung pergi dari hadapanku. "Fina! Apa sih salah aku? Apa? Ngomong dong! Ok, kalau aku punya salah aku minta maaf sama kamu! Apa sih, apa? Aku salah apa sama kamu? Tolong jawab, Fin" "Maaf Din, kamu gak punya salah apa-apa kok sama aku. Kamu itu anak baik, gak pantes main sama aku. Selamat tinggal." katanya dengan tidak ada penyesalan sama sekali."Ya Tuhan, aku salah apa? Kenapa sahabat baikku sendiri sampai bersikap dingin seperti itu." ucap dalam hatiku.  
  

Minggu, 29 Juni 2014

The Overtunes~Sayap Pelindungmu




Nah kali ini lirik lagu lagi ^^ lagu ini termasuk lagu yang nyentuh banget *hikkkksssss judulnya Sayap Pelindungmu, ini liriknya:

Saat kau jatuh
Lukai hati
Di manapun itu
I find You

Saat kau lemah
Dan tak berdaya
Lihat diriku
Untuk mu

*Reff

Kapanpun mimpi terasa jauh
O ingatlah sesuatu
Ku akan selalu
jadi sayap pelindungmu

Saat duniamu mulai pudar
Dan kau merasa hilang
Ku akan selalu
Jadi sayap pelindungmu


Saat kau takut
Dan tersesat
Di manapun itu
I find you

Air matamu
Takkan terjatuh
Lihat diriku
Untukmu

~*Back To Reff*~

Walau kau tak sanggup
Ku takkan menyerah
Ku ada untukmu

Sabtu, 28 Juni 2014

Tulus~Sepatu





Haloo semuaa! Kali ini saya mau ngasih lirik lagu nih. Judulnya SEPATU.Lagunya bagus banget dehhh ^^ berikut ini lagunya :

Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia

Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri

Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

*Reff*

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

*Reff*

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu.

Selasa, 17 Juni 2014

Aku cuma mau bilang



  Pagi yang cerah, suara merdu burung-burung yang ada di sekitar rumahku, serta suara seseorang membangunkanku di awal hari ini. "Nina ayo bangun! Nanti kamu telat sekolah loh!" Suara itu terdengar jelas di telingaku. Namaku Sekar Ninasma Mikerin biasa di panggil Nina. Aku suka boneka barbie sampai-sampai di rumahku saja ada puluhan boneka barbie. Aku adalah gamers ya aku memang sangat menyukai game terutama game online gak tau tuh kenapa. "Iya ma! Bentar lagi aku keluar, aku mau mandi dulu!" Balasku kepada ibuku. Akhirnya aku pun keluar dari kamarku menuju ke ruang makan. "Nin, gak sarapan dulu? nanti perut kamu kosong loh." Tanya ayahku sambil memakan roti di meja makan. "Enggak yah, Nina gak laper." Aku langsung buru-buru berangkat sekolah.
  Sesampainya di sekolah aku pun langsung menuju ke kelasku dan menghiraukan teman-teman yang memanggilku. DI tempat dudukku aku hanya bisa menghela nafasku. "Nin, kamu udah ngerjain pr belum?" Tanya Rani teman sebangku ku. "Nin, Nina!..." Jerit Rani sambil memukul tanganku. "Iya!" Jawabku kaget. "Kamu kenapa? Kok gak kayak biasanya? Cerita dong! Sahabat kan gak boleh rahasia-rahasiaan, Sahabat itu harus berbagi suka dan duka. Cerita dong kalau kamu banyak masalah kan siapa tahu setelah kamu cerita ke aku perasaan kamu jadi lega." Jelas Rani kepada ku. "Enggak kok Rin, aku gak papa lagi pula aku gak mau ngerepotin kamu Ni." Jelas ku kepada Rani. "Ohh, ya udah kalau kamu gak mau cerita.'' Balas Rani yang tidak jadi mengetahui masalahku. Krrrriiiiiinnnggg Jam Pelajaran pertama di mulai, bunyi suara bel. Hari ini adalah hari tugas piket ku. Aku pun segera pergi ke kamar mandi sambil membawa ember untuk mengambil air untuk mengepel. Setelah mengambil air, aku pun kembali ke kelas. "Adduuuuhhhh! Kalau jalan pake mata dong! Gimana nihhh airnya tumpah semua!" Omelku. Aku tertabrak seorang anak laki-laki di depan pintu kelas. "Ohhh kena ya? Aku gak bawa sapu tangan lagi. Maaf ya," Jawab anak laki-laki itu. "Ihhhh, Tommy! Sampai kapan sihh kamu bakal ngejailin aku terus!" Lanjut omelanku. "Salah siapa tubuhmu itu terlalu pendek! Jadi aku gak lihat kamu dehh!" Ledek Tommy. "Gak tau lahhh! Aku males tau gak ribut terus sama kamu!" Aku pun berlari untuk segera melanjutkan tugas piketku.
  Sesampainya di rumah aku pun menelpon Rani untuk datang ke rumahku. "Ada apa Nin?" Tanya Rani. "Maaf ya aku ngerepotin kamu. Ini masalah Tommy." Tanyaku. "Tommy? Dia kenapa?" tanya Rani lanjut. "Dia kayaknya makin nyebelin dehh, sikapnya akhir-akhir ini nyebelin. Waktu itu aku mau ngebersihin papan tulis tiba-tiba kaki aku keram terus Tommy nolongin aku, nah pas aku mau ngomong makasih dia malah ngeledek aku pendek, terus masih banyak kejadian lainnya tapi yang paling parah pas tadi tuhh." Omelku. "Udah lah, mungkin Tommy kayak gitu supaya kamu gak terlalu mikirin perasaan kamu yang sekarang yah agak-agak misterius." Jelasnya. "Sebenarnya kamu punya masalah apa sihh? Kok sifat kamu jadi berubah gitu?" tanya Rani lanjut. "Sebenarnya, waktu aku piket minggu lalu aku gak sengaja mecahin vas bunga kesayangan pak guru yang ada di kelas." Jelasku dengan penyesalan. "Hahh! Kamu mecahin vas bunga kesukaan pak guru! Kamu tau kan vas bunga itu buatan pak guru sendiri, pasti pak guru marah tuhh!"Ucap Rani kaget. "Iya aku tahu. Tapi aku gak sengaja. Aku mohon ya sama kamu jangan bilang siapa-siapa! Lagi pula aku udah mbenerin vasnya kok, udah aku lem! Aku Mohon!" Sesalku. "Iya deh aku gak ngomong ke siapa-siapa." Jawab Rani.
~Keesokan Harinya~ (Di Sekolah)
    "Loh kok vas bunga pak guru kayak agak retak sih?" Tanya Mina. Perasaan ku dag dig dug ketakutan. "Tommy tolong bawakan vas bunga itu ke meja pak guru sekarang.'' perintah pak guru kepada Tommy. "Baik pak" Jawab Tommy. Saat Tommy mengambil vas bunga itu tiba-tiba vas itu terjatuh dari tangan Tommy. "Haahh!!" Semua orang di kelas terkejut. "Maaf pak aku mecahin vas bunga bapak nihh.'' Ucap Tommy kepada pak guru. "Tommy!" Jerit pak guru sambil memukul kepala Tommy, kemudian Tommy di marahi habis-habisan oleh pak guru. "Ya Tuhan, aku telah berbuat apa? Harusnya aku yang di pukul dan di marahi pak guru bukannya Tommy." Kataku di dalam hati. "Pak guru! Bukan Tommy yang memecahkan vas bunga itu, tapi aku yang memecahkan vas bunga itu!" Teriak sekaligus pengakuanku kepada pak guru. "Ehh pendek! Ngomong apa sih kamu! Udah jelas-jelas aku yang mecahin, kamu gak usah ikut campur!" Bentak Tommy kepada ku. Aku pun tidak bisa berbuat apa-apa selain menyesali perbuatanku yang seharusnya akibatnya aku tanggung sendiri malah temanku yang menanggung. Tiba-tiba Tommy memukul pundakku sambil menuju ke tempat duduknya. Sepulang sekolah aku mencoba pergi ke ruang guru untuk menjelaskan semuanya. Setelah aku pergi ke ruang guru, aku mencoba untuk mencari Tommy di lapangan sekolah. "Tommy, bisa bicara sebentar gak!" Jeritku memanggil Tommy yang sedang bermain bola. kami berdua pun duduk di bangku taman. ''Maaf tentang vas bunga itu. seharusnya bukan kamu yang di marahi pak guru harusnya aku. Tapi kenapa aku ngerasa kalau kamu waktu itu ngeliat kalau aku mecahin vas bunga itu minggu lalu?'' tanya sekaligus penyesalanku. "Aku gak liat tuh,'' Jawab Tommy bohong, padahal Tommy melihatku memecahkan vas bunga pak guru. "Udah lupain aja, lagi pula aku kok yang salah bukan kamu." jelasnya. "Maaf ya, Tommy aku cuma mau bilang makasih karena kamu selalu nolong aku, sebelumnya kamu gak pernah ngebiarin aku ngomong makasih sama kamu." Jelas ku. Aku pun langsung pergi meninggalkan Tommy di bangku lapangan sekolah. Ternyata pak guru melihat dan mendengar obrolanku dengan Tommy. dan pak guru teringat ucapanku di kantor tadi, pada saat itu aku mengucapkan kata "Pak guru bukan Tommy yang salah tapi aku yang salah!". "Ternyata Tommy baik juga yah." Ucap pak guru dalam hati.

~*SELESAI*~