Senin, 03 Maret 2014

Aku Sayang Kamu

Saat hari itu, hari dimana Sinka seorang gadis yang cantik, baik hati, dan tidak sombong duduk sendirian di bangku taman sekolah sambil membaca buku. Setelah beberapa menit, datanglah laki-laki dengan wajahnya yang tampan dan penampilannya yang keren yang bernama Bastian, duduk disamping Sinka. "uhmmm... Sinka?" tanya Bastian. "Iya" respons Sinka. "Besok kamu ada acara gak?" lanjut Bastian. "Kayaknya gak ada. Memangnya kenapa?" jawab Sinka. "Aku mau ketemuan sama kamu di taman di perempatan jalan dekat sekolah besok pagi ada yang mau aku bicarain." ucap Bastian. "Ok, baiklah" jawab Sinka sambil tersenyum. Keesokan harinya, tepat di taman perempatan jalan dekat sekolah terlihat Bastian dengan penampilan kerenya memegang sebuah bunga mawar merah yang sangat indah. Tak lama kemudian, terlihatlah Sinka denga menggunakan dress berwarna merah dan rambutnya yang terurai dengan indahnya. Sambih ternganga melihat Sinka, bastian mencoba berbicara kepada Sinka tentang perasaannya pada Sinka. "Sinka, apa kamu mau jadi pacarku? Sebenarnya aku sudah lama suka denganmu." jawab Bastian. "Kenapa kamu suka denganku?" tanya Sinka. "Kamu baik, lucu, periang, cantik, dan kamu sangat peduli dengan teman-temanmu." jawab Bastian. "Tapi maaf ya, aku belum bisa ngasih jawaban. Aku butuh waktu." Jawab Sinka. "Baiklah aku akan menunggumu" kata Bastian. Sinka pun pergi dari taman dengan berlari, sambil menangis karena ia tahu ada orang lain yang sayang kepadanya. Dengan rasa kecewa ia menangis sambil terus berlari meninggalkan Bastian sendirian di taman. Ia ingin sekali menjadi pacar Bastian tetapi, ia tidak mungkin menerimanya karena penyakit serius yang di alaminya. 1 Bulan pun berlalu setelah Bastian menyatakan perasaannya kepada Sinka. Tetapi semenjak hari itu, Bastian sama sekali belum melihat Sinka. Dengan perasaan cemas Bastianpun bertanya kepada teman-teman Sinka, dan akhirnya terdengan suatu kabar bahwa Sinka mengidab penyakit kanker dan meninggal sejak 1 minggu yang lalu. Dengan perasaan sedih dan menyesal pun kini dirasakan oleh Bastian. " Sinka!Sinka!Sinka! Maafkan aku karena aku telah gagal menjagamu!" jerit Bastian. Hingga pada suatu hari, ia berjalan menuju taman tempat ia menyatakan perasaannya kepada Sinka. Di bangku tersebut terdapat sebuah buku diary yang tertulis nama Sinka. Buku tersebut di buka oleh Bastian, dan ternyata di dalam buku diary itu terdapat semua curuhan hati Sinka. Dan pada halaman terakhir buku diary tersebut terdapa cerita peristiwa tentang hari dimana Bastian mengungkapkan perasaannya. Di halaman tersebut terdapat kelopak bunga mawar yang di berikan oleh Bastian dan sebuah foto Bastian. Di lembaran tersebut tertulis "....maafkan aku Bastian, aku sayang kamu, aku ingin jadi pacar kamu, tapi aku gak bisa, umurku sudah tidak lama lagi Bas. Aku mohon kamu bisa ngertiin aku, aku juga sayang kamu. Aku Sayang Kamu Selamanya walaupun kita bukan jodoh di dunia ini tapi aku yakin kita akan berjodoh di akhirat nanti, karena aku yakin kamu adalah orang yang baik. Selamat Tinggal Bastian Aku Selalu Sayang Kamu...". Bastian membaca kalimat tersebut sambil menangis karena teringat akan Sinka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar