Selasa, 04 Maret 2014

Love You In Paris (The City Of Love)


Hay Guys! Kali ini saya akan menceritakan sebuah cerita yang judulnya "Love You In Paris (The City Of Love)". Siapa sih yang gak tau Paris? Pasti semua udah tau dong jadi gak perlu dijelasin lagi deh hehehe...
Yuk kita lihat ceritanya, semoga kalian suka yang sama ceritanya ^^ selamat membaca! ^-^/

Pada suatu hari, dimana kota Paris sedang mengalami musim dingin dan turun salju, terlihat suasana yang sangat bahagia dimana anak-anak di Paris keluar rumah untuk bermain salju dengan riangnya. Tetapi, di satu sisi lain terlihan seorang gadis remaja yang bernama Jessica, yang sangat cantik, berambut pirang dengan rambut yang dikuncir satu, menggunakan pakaian lengkap musim dingin terlihat tidak menyukai saat turunya salju. Bukannya seharusnya dia bahagia menyambut datangnya salju? Tapi kok dia malah sebel ya? Kenapa sih dia?. Ternyata ia menganggap bahwa salju adalah suatu bencana yang telah menewaskan kedua orang tuanya. Pada saat 5 tahun lalu ketika salju turun di kota Paris, Jessica, Ibu, dan Ayahnya sedang berada di dalam mobil, hingga pada suatu saat salju turun dengan lebatnya sehingga jarak pandang menjadi berkurang. Ketika Ayah Jessica akan mengerem mobilnya ternyata tidak bisa berhenti dikarenakan jalanan yang licin dan mengakibatkan mobil yang dinaiki mereka tidak terkendali dan akhirnya menabrak sebuah truk yang sedang melintas, disana terjadi kecelakaan yang mengakibatkan Orang tua Jessica meninggal dan hanya ia yang selamat. Jessica selalu menangis apabila mengingat cerita masa lalunya yang mengerikan itu. "Aku benci musim dingin!" Ucap Jessica. Ia selalu tidak ingin keluar jika masih ada salju. Hingga pada suatu ketika, ia terpaksa keluar rumah untuk membeli kebutuhan makanannya. Denga terpaksa ia pergi keluar rumah, sampailah ia di sebuah SUPERMARKET. Setelah selesai berbelanja, ia membawa barang bawaannya sambil melamun. Dan ia menabrak seorang laki-laki. Semua barang yang ia beli pun jatuh berantakan. Ia membereskannya dengan perasaan yang sedih. "Kau, tidak apa-apakan? Maafkan aku ya?" Ucap laki-laki tersebut. ". " Ya, aku tidak apa-apa" dengan perasaan yang datar. kemudian laki-laki tersebut membantu Jessica membereskan barang bawaannya tersebut. Kemudian laki-laki tersebut mengajak Jessica minum kopi di sebuah cafe dan mereka berbincang-bincang . Dan ternyata nama laki-laki tersebut adalah Julian. Julian adalah laki-laki yang tampan, cerdas, dan ya pokoknya So Cool. Ternyata orang tua Julian telah meninggal semenjak ia masih bayi dikarenakan salju yang membuat orang tuanya meninggal dunia dan sekarang Julian tinggal bersama neneknya. Kok kejadiannya bisa sama ya? I don't know. Satu tahunpun berlalu, Jessica dan Julian pun semakin akrab sebagai sahabat, hingga pada saat turun salju kembali di kota Paris. Julian mengajak Jessica untuk bermain salju, tetapi Jessica menolak. "Kenapa? Salju sangat indah kok! kenapa kamu gak mau main salju? Kamu marah sama aku?" Tanya Julian. "Bermain salju adalah permainan anak kecil! Aku benci salju! Aku gak suka salju!" jawab Jessica dengan tegas. Julian merasa bingung dan kembali bertanya "Kenapa kamu gak suka salju?". "Salju sudah membuat kedua orang tuaku meninggal! Aku benci kamu! Aku juga benci salju!" Jawab Jessica sambil menangis. Jessica pun berlari menuju kerumah sambil menangis karena harus mengingat kejadian itu. Julian merasa menyesal. Satu minggupun berlalu, tiba saatnya Jessica harus pergi ke makam ayah dan ibunya, ya hari ini adalah hari dimana ayah dan ibu Jessica meninggal. Jessica menangis di kuburan ayah dan ibunya itu dan menceritakan semua yang terjadi. Setelah selesai dari kuburan, Jessica bertemu dengan Julian. Tanpa ragu-ragu Julian memberanikan diri bertemu Jessica sambul berkata "Aku minta maaf, aku juga kehilangan orang tuaku dikarenakan kecelakaan seperti orang tuamu. Tetapi bukan berarti kita harus membenci semua itu. Semuanya yang membuat kita kehilangan sesuatu yang sangat berharga untuk kita bukan berarti kita harus membenci semua hal itu, aku tau rasanya bagaimana kita kehilangan orang yang kita sayang. Kenapa kita tidak mencoba untuk untuk memaafkan hal tersebut? Buakankah semua itu takdir? Kita harus bersabar dalam menghadapi semua ini.". Dengan perasaan menyesal Jessica menangis dengan penuh penyesalan. Satu tahun pun berlalu, tiba hari dimana Jessica harus pergi ke makam ayah dan ibunya. Tetapi, ia tidak pergi sendirian. Ia datang bersama Julian kekasihnya. Ternyata ia tidak menyangka bahwa hari yang ia benci, malah mendatangkan kekasih yang sangat sayang kepadanya.

2 komentar: