Rabu, 28 Mei 2014

My Imagine Life




  Sasha Malidya Narjesfa bisa dipanggil Esfa adalah anak dari keluarga yang kaya raya tetapi kedua orang tua jarang sekali ada di rumah karena sibuk keluar negeri dengan alasan pekerjaan. Pada saat kedua orang tua Esfa pergi ia selalu di tinggal di rumah bersama Kak Jessie dan Bi Mira atau jika bisa Eyang Nani juga ikut menemaninya. Orang-orang sering bilang Esfa adalah anak yang baik hati tapi kadang egois, pintar, agak sombong terhadap hal tertentu, cantik, dan selalu punya segala-galanya dan juga mereka suka menjulukinya "Princess of the world of dreams" karena hidupku yang selalu di mimpikan orang lain.
  Hari ini adalah hari di mana aku berangkat sekolah setelah liburan panjang akhir semester. "Esfa!!" Jerit seorang teman akrabku. "Hay semuanya!" Jawabku sambil berlari. "Eshitz kami kangen loh sama kamu! Kan Geng kita udah lama gak ketemu!" Kata Maudy. Iya aku adalah salah satu anggota yang bisa dibilang aku adalah ketua dari Geng CuPi {Cute Pink} yang terdiri dari Esfa, Maudy, dan Lisa. Mereka adalah teman yang sangat akrab. Mereka memiliki nama panggilan khusus di Geng Mereka yaitu Eshitz, Mauhitz, dan Lishitz. "Hello Girls!" Teriakku pada mereka. "kriiiingggg...kriiiiinngggg" Bel sekolah pun berbunyi tidak sempat mereka berbincang-bincang kami pun langsung masuk ke kelas. Sepulang sekolah mereka pun kembali berbincang-bincang. "Girls, lihat deh gelang gue! Beru beli lohh di Paris dibeliin sama mami gue." Pamer Maudy. "Hello! Mauhitz, gelang loe itu belum ada apa-apanya sama sepatu gue!" Sambar Lisa. "Girls! kok pada ribut sih! Kita kan temen masa ribut-ribut terus sih! Lama-lama gue bosen sama kalian!" Balas Esfa sambil mengomel dan kemudian pergi meninggalkan Maudy dan Lisa. "Eshitz kenapa sih?" Tanya Maudy kepada Lisa. "Entah, mana saya tau." Jawab Lisa kebingungan.
  Setelah pergi jauh dari Maudy dan Lisa, Esfa sampai di taman yang indah dan duduk di bangku seorang diri sambil merenungi hidupnya. "Ya Tuhan, aku bingung kenapa sih hidup aku gak pernah tenang aku pengin banget punya keluarga yang selalu ada sama-sama dan punya temen yang selalu mengerti aku." Do'a Esfa di dalam hati. Tiba-tiba ada seorang wanita yang menggunakan kursi roda datang menghampiri Esfa. "Kalau kakak boleh tau, adik ini kenapa?" Tanya sang wanita. "Kakak ini siapa?" Tanya Esfa. "Ohh iya maaf kakak lupa ngenalin kakak. Nama kakak Aulia panggil aja kak Aya. Adik ini kenapa?" Tanya kak Aya lanjut. "Uhhmmm, nama aku Esfa kak. Gak lagi ngapa-ngapain kok kak." Jawab Esfa gugup. "Kamu gak usah bohong deh sama kakak. Kak Aya tau kok kamu pasti lagi mikirin sesuatu kan?" Tanyanya penasaran. "Kok Kak Aya tau sih?" Tanya Esfa penasaran. "Kadang dunia ini rasanya gak adil kan? Kakak juga pernah ngerasa hal yang sama kayak kamu. Kakak pernah berfikir kenapa hanya kakak saja yang menjadi yaa seperti ini, gak bisa jalan dan kemana-mana harus memakai kursi roda." Curhat Kak Aya. "Kak Aya harus pakai kursi roda? Kenapa Kak?"Sambung Esfa. "3 tahun lalu, kakak jalan-jalan sama temen-temen kakak lalu ternyata mobil yang kami kendarain kecelakaan. Semuanya selamat tapi hanya kakak yang menjadi seperti ini. Semenjak itu temen-temen kakak menghindar dari kakak dan kakak juga terkesan ngejauhin mereka karena kakak gak mau mereka repot karena kakak. Dan yang paling kakak benci adalah pada setelah kecelakaan bunda kakak gak ada di sisi kakak. Sebenarnya kenyataan emang gak selalu seperti apa yang kita inginkan."Jelas Kak Aya. "Dalam situasi kayak gitu kenapa bunda kak Aya gak ada di samping kakak?" Tanya Esfa sebal. "Kakak juga sempat benci sama bunda. Kenapa semenjak ayah kakak meninggal, bunda malah kayak gitu selalu gak ada di rumah demi nyari kekayaan. Padahal harta kan cuma hiasan hidup semata dan kejujuran keikhlasan itu yang utama. Kalau kakak bisa milih kakak pasti milih punya orang tua yang sayang kepada kakak." Jawabnya. "Aku seharsnya sadar mungkin bunda kakak kerja juga buat nyenengin kakak juga tapi kakak lebih seneng kalau dia ada di rumah." Lanjut kak Aya. Sambil merenung Esfa berfikir "Ya Tuhan, aku selalu mikir kalau aku punya orang tua yang nyebelin tapi sekarang aku sadar mama dan papa kerja buat aku tapi aku lebih senang kalau mereka ada di rumah.". "Terima kasih ya..." Kata-katanya terputus saat ia menoleh dan ternyata Kak Aya tidak ada lagi sampingnya.
  Esfa pun berlari menuju rumahnya dan sangat ingin melepas rasa rindunya. Ternyata di rumah orang tuanya sudah siap-siap untuk pergi. "Papa! Mama!" Jerit Esfa sambil memeluk ayah dan Ibunya. "Esfa kamu kenapa sih? Mama sama papa kan harus pergi ke Australi." Jelas mama kepada Esfa. "Mama Papa bisa gak mama sama papa ngambil cuti? Kita di rumah atau jalan-jalan kan kita udah lama gak jalan bareng! Esfa lebih suka kalau mama sama papa bisa nemenin Esfa." pinta Esfa. Beberapa waktu ayah dan ibunya berfikir. Akhirnya merekapun menyetujui permintaan Esfa. Dan sampai sekarang mereka semua hidup bahagia karena dapat merasakan arti sebuah keluarga besar. Ayah dan Ibunya sekarang tidak sering keluar negeri untuk bekerja dan memilih mengambil cuti selama 1 minggu dalam satu bulannya. Esfa pun sangatlah merasa bahagia.

~#The End#~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar